Selasa, 06 November 2018

Museum MACAN, Beribu-ribu Pasang Kamera Memandang

Museum MACAN yang resmi dibuka pada tanggal 3 November 2017 ini menyita perhatian masyarakat dengan koleksi pamerannya yang modern dan menarik. Museum MACAN sendiri berkolaborasi dengan beberapa seniman ternama dalam pameran karya seninya, salah satunya adalah pameran karya Yayoi Kusama yang hadir di Museum MACAN Jakarta, mulai 12 Mei hingga 9 September 2018 . Pameran dengan tema Life Is The Heart Of A Rainbow karya seniman asal Jepang ini banyak menarik perhatian masyarakat karena keunikannya. Lebih dari 130 karya seni dipamerkan di Museum MACAN. Sebelum menyambangi Jakarta, karya-karya Yayoi Kusama mampir dahulu ke National Gallery of Singapore dan Queensland Art Gallery | Gallery of Modern Art (QAGOMA). Bagi yang belum tahu, Yayoi Kusama adalah seniman kontemporer asal Jepang yang berkecimpung di bidang pematungan dan instalasi. Ia juga aktif di bidang seni lukis, seni pertunjukan, film, mode, syair, fiksi, dan lain-lain. Karya-karyanya beraliran seni konseptual dengan membawa unsur feminisme, minimalisme, surealisme, Art Brut, seni populer, dan ekspresionisme abstrak dan dipadukan dengan konten otobiografi, psikologis, dan seksual. Ia diakui sebagai salah satu seniman Jepang paling berpengaruh di dunia. Karena ini adalah pameran Yayoi Kusama yang pertama di Indonesia dan melihat bahwa toleransi sebagian masyarakat akan karya seni masih rendah sehingga museum MACAN membuat beberapa aturan bagi pengunjung.















Beberapa peraturan yang harus ditaati oleh pengunjung seperti salah satunya adalah tidak membawa makanan dan minuman ke dalam area pameran dan tidak membawa tas atau bawaan lainnya sehingga tas harus dititipkan ke pusat penitipan barang. Banyak pengunjung yang berkunjung ke Museum MACAN demi berswafoto dengan karya Yayoi Kusama ini. Kamera yang diperbolehkan untuk berfoto di area pameran hanyalah kamera telepon genggam. Ada ruangan yang tidak memperbolehkan pengujung untuk mengambil gambar tetapi kebanyakan dari ruangan pameran memperbolehkan pengunjung berfoto tanpa menggunakan cahaya flash. Menjelang hari terakhir pameran karya Yayoi Kusama, museum dipadati oleh pengunjung yang yang tak mau kalah satu sama lain demi mengabadikan karya seni tersebut dengan berfoto. Dengan banyaknya pengunjung yang mengambil gambar, pengunjung lain yang ingin mengamati dan menikmati karya seni itu sendiri menjadi terganggu sehingga pameran tersebut alihfungsi menjadi tempat untuk berfoto bukan untuk memamerkan dan menikmati karya seni. Tetapi bagi pengunjung penikmat seni yang merasa belum puas bisa berlama-lama di dalam museum karena apabila sudah dicap masuk, pengunjung masih bisa masuk atau keluar museum hingga jam buka museum berakhir.


Museum MACAN sendiri teletak di AKR Tower Level M Jalan Panjang No. 5 Kebon Jeruk Jakarta Barat dan buka setiap Selasa hingga Minggu dari pukul 10.00 pagi hingga 19.00 malam dan tutup setiap Senin. Untuk bisa sampai ke Museum MACAN sendiri sangatlah mudah karena ada kendaraan umum yang bisa digunakan seperti bus, kereta, mobil pribadi ataupun angkutan umum lainnya. Untuk bus anda bisa naik bus transjakarta 8 Kebun Jeruk lalu dilanjut dengan angkot KWK 03. Dengan kereta anda bisa turun di stasiun terdekat yaitu Stasiun Pesing atau Stasiun Grogol. Apabila membawa kendaraan pribadi bias melalui Jalan Panjang dan Jalan Perjuangan, museum terletak disebrang gerbang tol Kebon Jeruk 1.  Harga tiket masuk museum pun berbeda-beda, untuk dewasa dikenakan IDR 100.000, pelajar dan senior diatas 65 tahun dikenakan IDR 90.000, dan anak-anak dibawah 12 tahun dikenakan IDR 80.000.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar