Komunikasi adalah proses penyampaian pesan melalui media tertentu, proses dengan informasi yang dipertukarkan antara individu melalui sistem umum dari simbol, tanda-tanda atau perilaku.
Hambatan dalam berkomunikasi dibagi menjadi beberapa bentuk, yaitu :
- Semantik : berupa perbedaan bahasa/ makna. Contohnya orang sunda akan memiliki bahasa yang beda dengan orang jawa. bagi orang sunda gedang itu berarti pepaya, sedangkan bagi orang jawa gedang itu berarti pisang.
- Fisik : berupa lingkungan seperti suasana ramai atau gaduh dan ricuh.
- Fisiologi : berupa kelainan dalam pendengaran atau pengucapan contohnya seperti orang-orang dengan keterbatasan pendengaran (tua rungu) atau pengucapan (sumbing).
Komunikasi juga memiliki tujuan, yaitu :
- Untuk mendapatkan informasi.
- Untuk mengubah perilaku. Maksudnya adalah diharapkan dari informasi yang didapat, ada perubahan perilaku yang terjadi. Contoh : Seorang guru sedang menerangkan, tetapi murid-muridnya berbicara sendiri dengan teman-temannya. Sang guru menyuruh murid-muridnya untuk tenang, lalu murid-murid tersebut diam dan memperhatikan. Dapat terlihat terjadi perubahan perilaku para murid dari gaduh menjadi diam.
- Untuk mendapat tindakan/ lebih menampakan suatu tindakan. Contoh : Seorang atasan memberikan informasi kepada sekretarisnya bahwa minggu depan akan diadakan rapat. Sang sekretaris akan langsung mencatat jadwal tersebut dan mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan selama rapat. Dari contoh tersebut terlihat bahwa adanya tindakan seteleh informasi didapat.
- Untuk membujuk. Umumnya kita semua pasti sudah pernah mengalami bujukan. Bujukan bisa berupa iklan atau promosi untuk menggunakan suatu produk atau yang lainnya.
- Untuk pemahaman. Pemahaman disini bisa berupa ilmu pengetahuan yang diberikan guru atau dosen kepada siswa atau mahasiswanya agar dapat lebih memahami suatu hal dengan pasti dan jelas.
Tentunya komunikasi memiliki tata cara seperti diantaranya intonasi suara harus dapat terdengar, pengucapan harus jelas, dilakukan pengulangan bila diperlukan dan sebagainya. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah perhatian terhadap tata bicara pada lawan bicara kita. Apabila lawan bicara kita adalah orang yang lebih tua maka kita harus berbicara dengan formal dan sopan santun. Apabila lawan bicara kita adalah teman atau rekan kerja yang sebaya maka kita bisa berbicara bahasa sehari-hari yang tidak baku. Tetapi semua hal tersebut tidak lepas dari keharusan akan keramahtamahan dan sopan santun.
Umumnya komunikasi yang paling berdampak pada kehidupan sehari-hari adalah komunikasi non-verbal berupa gesture atau ekspresi wajah. Seperti halnya seseorang sedang marah, sedih, senang dan sebagainya, tanpa diberitahu pun kita akan dengan sendirinya mengetahui hal tersebut karena telihat dari perilaku orang tersebut. Meskipun perkataan bisa berbohong tapi perilaku atau sikap kita tidak bisa bohong.
Dalam berkomunikasi ada tiga sifat dalam berkomunikasi, diantaranya adalah :
|
Pasif
|
Tegas
|
Agresif
|
|
·
Menerima
tanggung jawab.
·
Menyampaikan tetapi
tidak merasa “benar”
|
·
Penyampaian
maupun tindakan “benar” dan bertanggung jawab.
|
·
Menuntut tetapi
tidak menyampaikan “benar”.
·
Tidak menerima
tanggung jawab.
|
Ada pula orang yang berkomunikasi dengan sifat pasif agresif. Sifat tersebut adalah suatu kelainan karena bisa dibilang orang tersebut "diam-diam mengahanyutkan". Biasanya orang dengan sifat pasif agresif lah yang lebih banyak menimbulkan masalah yang tanggung jawabnya tidak mau dipegang oleh orang tersebut.
Komunikasi bisa dengan berbagai bentuk dan cara tetapi hal terpenting dari komunikasi adalah keterbukaan, menghargai satu sama lain, dan memahami. Karena tanpa hal tersebut tidak akan ada hubungan komunikasi yang bisa terjalin dengan baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar