Selasa, 20 Oktober 2015

Profesionalisme

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang profesional.
Sementara kata profesional sendiri berarti: bersifat profesi, memiliki keahlian dan keterampilan karena pendidikan dan latihan, beroleh bayaran karena keahliannya itu.
Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa profesionalisme memiliki dua kriteria pokok, yaitu keahlian dan pendapatan (bayaran). Kedua hal itu merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan.


Profesional yang mendatangkan pendapatan bukan pendapatan yang membuat profesional.

Berikut adalah ciri-ciri profesionalisme:
1. Keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati piawai ideal.
2. Memiliki ilmu dan pengalaman serta kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di
    dalam membaca situasi cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas
    dasar kepekaan.
3. Memiliki sikap berorientasi ke depan sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan
    lingkungan yang terbentang di hadapannya.
4. Memiliki sikap mandiri berdasarkan keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak
    dan menghargai pendapat orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan
    perkembangan pribadinya.
5. Mengejar kualiti dan cita-cita dalam profesion


Kebanyakan orang menerapkan pemahaman 'yang mahal pasti profesional' bukan 'profesional itu mahal'. Pekerja yang bayarannya mahal belum tentu perofesional, bisa jadi dia bekerja sesuai tuntutan hanya karena pembayarannya yang besar sehingga jika suatu saat pembayaraanya kecil maka pekerjaan yang dikerjakan pun tidak maksimal.
Sedangkan seharusnya orang berfikir tentang 'profesional itu mahal' karena seorang profesional yang asli adalah orang yang bekerja dengan maksimal sesuai dengan keahlian yang ia miliki tanpa berorientasi kepada pembayarannya tetapi berorientasi kepada kepuasan konsumen. Dan setelah masyarakat tau akan profesionalitasnya, maka otomatis pendapatan yang besar juga akan menghampiri.
Meskipun dua hal diatas berhubungan dengan kegiatan kerja atau pelayanan yang ditawarkan dan pendapatan yang diterima tetapi masing-masing memiliki perbedaan makna.

Banyak contoh dalam kehidupan bermasyarakat yang bisa kita ambil misalnya pegawai yang bertugas menangani pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Tentunya kebanyakan dari kita atau kerabat dan kenalan kita pasti pernah mengalaminya. Jika kita membayar dengan harga lebih maka proses pembuatan KTP kita akan dipercepat sedangkan jika tidak maka kejelasannya pun tidak akan diketahui.

Bagaimana cara untuk dilihat/ dinilai profesional?
1. Keramahtamahan & respect other
    Untuk mendapat respon yang baik, kita harus melakukan yang terbaik. Dan untuk mendapat
    penghargaan, maka kita harus terlebih dahulu menghargai orang lain. Janganlah sulit untuk
    tersenyum karena senyuman adalah keramahtamahan yang paling berperanpenting.
2. Being on time
    Dalam hal apapun, sudah seharusnya kita tepat waktu. Tepat waktu dalam mengerjakan
    pekerjaan maupun tepat waktu dalam mengahdiri acara atau melaksanakan sebuah acara.
    Karena ketepatan waktu pun menjadi nilai penting bagi seorang profesional.
3. Do the best & responsible
    Lakukan sebaik mungkin sesuai dengan skill atau kemampuan yang kita miliki. Bertanggung
    jawab atas segala tindakan, keputusan, dan kesalahan karena seorang profesional tidak lari
    dalam mengatasi masalah.
4. Berpakaian rapi
    Penampilanmu mencermikan kepribadianmu, sehingga hal utama yang harus diperhatikan adalah
    penampilan. Apakah saya sudah rapi? Apakah pakaian saya sudah cukup sopan/ formal?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar